Wednesday, 20 August 2014

hidup itu lucu

hampir 3 bulan kayaknya nggak menikmati internet kosan, jadilah berselancar di dunia maya melalui si smartphone aja. nah ternyata si inet kosan udah bisa dan kemarin berkunjung ke FB yang mungkin udah dipenuhi sarang laba-laba karena udah lama nggak dibuka.

biasa berita yang ada di FB, kalo nggak temen yang nikah yaa temen yang lagi hamil or yang sekarang lagi happy jadi mahmud alias mama muda jadilah posting foto anaknya.

naaah kali ni menyoroti salah satu teman yang baru aja nikah. biasa insting ke kepo an saya muncul jadilah buka-buka FB nya n lihat foto suaminya.

tetiba saya teringat kata-kata yang sering muncul dan didengar, kurang lebih begini:
"hidup itu lucu, pacaran sama siapa, nikahnya sama siapa"

iyaa, si teman cewek ini awal saya kenal pacaran sama sahabat saya. kemudian mereka putus dan lanjut pacaran dengan teman sekelasnya. nah si sahabat dan pacar barunya ini awalnya temenan dan jadi musuhan gegara hal ini. eh kemarin begitu lihat foto nikahannya, nikahnya bukan sama mereka berdua hehehehe. padahal sama-sama tajirnya loh dua pacarnya ini tapi komitmen dan lamaran belum datang dari mereka.

ada lagi kakaknya teman saya yang baru aja nikah, ditanya sama teman yang lain pacarannya berapa lama sampai akhirnya mutusin buat nikah? 6 bulan dan teman-teman pada heboh, karena ada beberapa yang pacarannya 6 tahun tapi belum di nikah-nikahin.

hmm cewek itu bukannya jahat ya boys,
mungkin iya dia pacaran lama sama kamu, tapi belum tentu nikahnya ma kamu. gimana mau nikah sama kamu kalau kamunya nggak nunjukin keseriusan kamu n masih sibuk sama diri sendiri. jadilah begitu muncul cowok lain yang nawarin komitmen yaa mending milih doi kan. daripada nungguin kamu, udah lama eh belum tahu juga kapan dilamarnya. itu logikanya.

Tuesday, 19 August 2014

orangtua dan anak

tahukah kita jika orangtua ingin yang terbaik bagi anaknya?
mungkin kita tahu, tapi kita seringkali lupa akan hal itu.

apapun dilakukan orangtua agar anaknya bahagia, agar anaknya mendapat yang terbaik.
sayangnya cara mereka seringkali tidak dapat kita pahami atau kadang kitalah yang tidak mau memahami.
yang terjadi kemudian adalah kita mengganggap orangtua tidak mengerti kita.

yakin mereka tidak mengerti kita?
atau jangan-jangan kitalah yang tidak mengerti mereka.

teringat ketika suatu hari di kamar kos seorang teman, ibunya teman saya datang dan kami sempat berbincang sebentar. apa lagi kalau bukan masalah jodoh. kemudian terlontar dari bibir sang ibu "kalo saya, maunya si bunga ini nikahnya sama laki-laki yang sudah mapan, punya rumah dan mobil."

dalam hati saya berujar "woooow", wow karena mikir dimana dapat lelaki seperti itu, hmm kalaupun bisa harus mencari 10 tahun lebih tua sepertinya hehehe. kemudian adiknya teman saya berkomentar "ibu ini matre"
sang ibu menjawab "biarin aja, la kayak kamu nggak ngerti aja mbakmu ini gimana orangnya"

perkataan ini kemudian menyadarkan saya kenapa ibu temannya saya ingin sekali menantu yang mapan tadi. tidak lain tidak bukan supaya anaknya bahagia. loh apakah bahagia harus identik dengan harta? karena ia tahu bagaimana anaknya, yang memang terbiasa dengan kemudahan dari orangtua, tidak terbiasa susah. dari pakaian saja teman saya ini cukup pemilih dan harganya jangan ditanya hehehe.

jadi dibalik sikap matre sang ibu, sbenarnya ia memikirkan anaknya. memaksa anaknya untuk belajar hidup sederhana dan prihatin mungkin tidak mudah, jadilah kemudian ia mengharapkan menantunya dapat memenuhi kebutuhan anaknya tersebut dengan segala gaya hidupnya.

pernah juga seorang teman bercerita jika orangtuanya tidak memahami dirinya dan melarangnya menikah. ia dipaksa ambil profesi apoteker terlebih dahulu baru kemudian menikah. padahal menurutnya, ia dan pacarnya siap menikah.

kemudian saya bilang "mungkin orangtuamu pengen kamu jadi apoteker dulu, biar nanti kerjanya lebih gampang. takutnya kalau udah nikah malah kelupaan bwt ngambil profesi. sekalian ngasih kesempatan buat pacarmu supaya siap lahir batin, ya bisa nabung dulu supaya nanti pas udah nikah nanti gak kesusahan."

ternyata si pacar teman ini memang belum bekerja dan dia juga sering kali membantah orangtuanya. jadi wajar juga jika orangtuanya melarangnya menikah. menurut saya pribadi, orangtuanya berusaha mengarahkan anaknya agar kehidupannya nanti lebih baik nantinya.

dan itulah yang seringkali kita tidak sadari dan lupakan bahwa orangtua menginginkan yang terbaik bagi anaknya.

kenapa sih orangtua sukanya ngatur ini itu, banyak ngelarang dan segala macem? karena mereka sudah banyak makan asam garam kehidupan. ikuti saja, mereka tidak berniat menyesatkan kita koq. 

sayangnya, karena pendidikan kita lebih tinggi dari orangtua kita dulu kita seringkali justru merasa hebat, merasa yang lebih pintar. padahal secara teori mungkin saja iya, tapi soal kehidupan orangtua kita ahlinya.

jika memang tidak sependapat baiknya kita sampaikan dengan bahasa yang santun. pahami dulu apa maksud mereka. seringkali maksud baik mereka tidak dapat kita pahami dengan baik.

mari bersama menjadi anak yang dapat menangkap maksud baik dari orangtua dan membahagiakan mereka.

homesick

liburan lebaran kemarin saya habiskan dengan penuh suka cita di rumah. menempati rumah baru dan berusaha sekali agar liburan kali itu menjadi penebus setahun tak pulang. 

ketika liburan-liburan sebelumnya hanya sekedar liburan, kali ini rasanya berbeda. mungkin karena sudah dewasa sepertinya. sudah mulai memikirkan "kalau bukan sekarang, kapan lagi."

saya rindu sekali mengurus rumah, sebenarnya saya orang yang jarang mengurusi rumah. kenapa? karena setiap pulang, dimaklumi saja kalau saya seharian tidur sebagai balas dendam karena selama ini sibuk kuliah dan jarang tidur.

kali ini beda. saya berusaha sekali mengurus rumah sekecil apapun yang saya bisa lakukan. bangun tidur (mami sudah pasti lebih dulu bangun dan memasak air) saya membersihkan kamar, mengambil sapu dan membersihkan rumah, mencuci pakaian dan menjemurnya. ngopi bersama mami di depan televisi yang tidak kami tonton karena asik bercengkrama. mami melanjutkan aktivitasnya di dapur dan saya mencoba membersihkan isi kulkas yang mulai nggak karuan.

si penjual air bersih datang dan mulai mengisi tandon rumah. saya kemudian menuju kamar mandi di kamar mami dan adek-adek. mulai menguras dan membersihkannya. 

dengan adek-adek pun saya berusaha membayar waktu yang banyak saya lewatkan tanpa mereka. belajar bersama membahas PR sekolah, membuat cemilan yang mudah dan membuat mereka senang seperti membuat pisang bakar keju, tentunya mereka rebutan untuk bisa memarut kejunya -__-"

mulai mengamati dan memperbaiki perilaku mereka yang saya nilai tidak baik. seperti adik saya yang pertama yang setiap makan tidak pernah habis. si bungsu yang suka membuang sampah di teras rumah yang memang belum selesai dibangun. dalam beribadah apalagi, setidaknya saya senang ketika mereka tahu saya akan sholat mereka akan segera berlari wudhu untuk bisa sholat berjamaah dengan saya.

setiap saya pergi keluar rumah, entah itu pergi dengan mas maupun hangout dengan teman saya mampir ke supermarket membeli kebutuhan rumah entah itu pembersih kamar mandi, sabun cuci piring dan lainnya. kebiasaan saya dikosan seperti itu jadi setidaknya berdampak positif waktu pulang kemarin. setidaknya tanpa perlu disuruh, saya sudah tahu apa saja yang mau habis dan saya membelinya.

dan ketika saya kembali ke tanah rantau, rasanya sesak sekali dada ini. sudah kembali lagi ke kamar 3x2,5 meter ini. berusaha menenangkan hati dengan tidur sejenak dan ketika terbangun justru saya menangis tersedu. menangis karena liburan 2 minggu kemarin seolah mimpi saking singkatnya. menangis karena merasa belum bisa berbuat apa-apa untuk keluarga dirumah. menangis karena.......



mami bilang begini ketika saya pamitan mau berangkat ke bandara: "semoga segera lulus, biar bisa pulang dan kumpul jadi satu lagi ya nduk..."

Thursday, 10 April 2014

oleh-oleh dari nonton

sabtu kemarin saya diajakin nonton film. sebenarnya filmnya bukan saya banget gitu tapi karena nemenin temen yaudah ikut aja n katanya kalau nggak nonton tuh film gak gaul hehehe.

film apa yang lagi booming yooook?
the raid 2 berandal.

padahal film yang biasa saya tonton itu yang menghibur bisa bkin saya ketawa atau nangis sedih karena drama banget. nggak yang berantem n berdarah-darah seperti ini :|

bela-belain nonton yak ke braga, nyampe jam 3 kayaknya n dapat tiket yang jam 5.20 pm. itu pun sisa 6 kursi klo nggak salah. baris paling depan alias A ada 3 kursi,satu kursi di J, F sama atasnya lagi lupa apa ya. jadilah saya mencar duduknya. saya di J, temen saya di F. dipojokan pula hehehe.

hmm bagi saya yang baru pertama nonton the raid (yg pertama gak nonton) bagi saya sih cukup sadis hehehe. tapi punya strategi biar bisa nikmatin ini film. jadi tiap adegan mo nusuk/nembak/ngegorok/dll saya selalu tutup mata hehehe n begitu denger suara crot crot crot *darahnya muncrat, mukanya ancur kena peluru, dll* saya buka mata lagi :D

teruuuussss saya nganalisis kepribadian tokohnya wekekeke. maklum efek habis kasuistik hehehe. yaa sekedar nganalisis kenapa si ucok bisa begini, kenapa si prakoso itu begitu...

dan bagi saya tokoh-tokoh di film ini Family Man looooh....
darimananya????
lihat si bangun, lihat si prakoso, lihat si rama.... mereka melakukan apapun demi keluarganya terlepas caranya benar atau salah yaa. mereka rela harus begini begitu demi keluarganya, demi anaknya. yaaak mereka adalah family man menurut saya.

sering juga kan kita sebagai anak muda merasa nggak dipercaya sama kaum tua? yaak disini dijelaskan oleh peran ucok dan bapaknya Bangun.
kenapa sering begitu? karena kebanyakan anak muda itu emosional, pengenya cepet n gak sabaran, pengen hasil tapi lupa sama proses dan hasilnya yaa grasa grusu. hasilnya yaa gitu dah, tidak sesuai yang diharapkan. 
kenapa yang tua yang lebih dipercaya? karena mereka sudah makan asam garam kehidupan. mereka yang susah payah membangun dengan kesabaran dan kadangkala hancur oleh anak muda yang gak sabaran dan gak belajar dari pengalaman kaum tua.

ketika ingin menggapai tujuan kita, fokuslah pada prosesnya dan biarlah hasilnya Tuhan yang menentukan.

 


hoki ???

beberapa hari lalu sempet ngobrol sama temen terkait perjalanan selama kuliah di eSDua ini. ngerasa perjalanannya dia tidak se-smooth teman-teman lainnya seperti ketika di awal dibagi kelompok2 kecil dengan dosen pembimbing, dia (dan saya kebetulan satu kelompok) mendapat dosen pembimbing yang tidak enak. dalam artian bukan killer atau apa, justru cuek dan tidak banyak memberikan kami bekal ilmu dibandingkan dosen pembimbing lainnya. di dosen pembimbing kedua (ganti kelompok lagi) dapat dosen yang killer. ketika praktek kerja, dosen pembimbingnya yaa seperti itu. jadi menurut dia perjalanan hingga semester sekarang tidaklah smooth.

seperti di tulisan saya terdahulu "urip iku sawang sinawang". yaaap urip iku sawang sinawang. menurut dia perjalanan kuliahnya tidak se-smooth teman-teman lainnya. tapi menurut saya, perjalanannya smooth jika dibandingkan saya... hehehe... dia lulus semua mata kuliah sedangkan saya dua mata kuliah harus saya ulang dan saya cukup terseok-seok mengulangnya di semester 3 yang padatnya minta ampun. dan mungkin ada orang yang melihat perjalanan saya smooth dibandingkan dia. mungkin.

seperti obrolan tadi dengan teman-teman yang berbeda majoring. sekarang lagi musim seminar usulan penelitian tesis n kami semua sedang dikejar-kejar untuk SUP itu. ada seorang teman (sebut saja A) yang menurut teman saya ini (sebut saja B) ketika SUP biasa aja, nggak banyak jawab dan dosen pembahas pun justru tidak paham dengan penelitiannya si A ini. tapi si A ini lulus. ada lagi teman (sebut saja C), lebih bisa menjawab ketika SUP dan nilai lebih tinggi tapi justru dia tidak lulus.

kata teman saya si B, "emang hokinya si A aja tuh. dari dulu hoki mulu diye"

kalau saya amati perjalanan kuliah si A, very smooth memang. sepertinya tidak ada mata kuliah yang mengulang meskipun tergolong males orangnya. mungkin hokinya dia kali yaa (ngikut kata temen saya si B).

nah lain lagi ketika saya mengulang 2 mata kuliah di awal tahun ini. jujur saya merasa saya akan gagal lagi karena menurut saya belum maksimal dan lebih parah dari semester 1 dulu. kemudian saya membandingkan dengan teman sekelompok saya (adik tingkat) yang memang pintar dan banyak bantuin saya waktu itu. eh justru dia yang tidak lulus :( (sedih karena dia yang banyak bantuin saya). memang gak hoki.

hmm sebenarnya bahasa yang benarnya bukan hoki sih. tapi takdir mungkin yang tepat.

pasca sidang mata kuliah yang saya ngulang itu, saya sebenarnya galau banget cuma diluar keliatan tenang. akhirnya saya curhat sama kakak tingkat saya jaman S1. agak tenang sih tapi masih aja khawatir sama hasilnya.

ini cuplikan kata-kata kakak tingkat saya saat di WA

ya, yang bisa lakukan setelah saya berusaha adalah berdoa dan pasrahkan semua hasilnya sama Allah. seperti yang dikatakan saat ikut tafakuran SDF "kita fokus pada proses. segala sesuatunya kita niatkan sebagai ibadah. dan untuk urusan hasil jangan dipikirkan, itu urusan Allah mau memberi hasil seperti apa kepada kita. yang penting kita sudah berusaha maksimal dan berdoa."

dan hasilnya saya lulus. alhamdulillah. dan mungkin saja si adik tingkat saya itu melihat perjalanan saya smooth dibandingkan dia. yaa sekali lagi, urip iku sawang sinawang :)

yang saya yakini, dibalik kegagalan atau keberhasilan kita ini ada yang ingin Allah sampaikan kepada kita. dan sebenarnya kegagalan atau keberhasilan itu juga ujian dari Allah. ujian apa? ujian ketaatan.
apakah ketika kita gagal kita masih percaya kepadaNya dan menengadahkan tangan kepadanya berdoa dengan khusyuk..
apakah ketika kita berhasil kita masih ingat untuk mengucap alhamdulillah dan keberhasilan yang didapat karena campur tangan Allah?

mungkin perjalanan hidupnya yang tidak smooth, Allah ingin mengajarkan banyak hal padanya. mungkin untuk bersabar. mungkin pula Allah rindu tangisannya memohon padaNya.

mungkin pula yang perjalanan hidupnya yang super duper smooth, Allah ingin lihat apa yang akan dia perbuat ketika dia mencapai keberhasilan itu. bersyukurkah? semakin baikkah dia kedepannya? atau justru sombong?

yuk mari evaluasi lagi diri kita, yang sekarang sedang dilanda kegagalan atau kesusahan, yang sedang berbahagia karena berhasil.... itu semua ujian ketaatan kita. ketika kita berhasil pun, itu bukan hoki... tapi takdir. ujian. 

sebagai penutupnya saya tampilkan potret kata-kata bijak ketika sedang makan di sebuah cafe.

Thursday, 13 March 2014

ternyata begitu....

Sejujurnya kita patut berterima kasih kepada para sopir truk. Berkat cucuran keringat Abang Abang, Mas Mas, dan Bapak Bapak sopir ini, (terutama di kota besar) kita bisa menikmati aneka hasil bumi seperti buah, sayur dan palawija. Berkat injakan pedal gas dan tarikan tuas persneling truk beliau-beliau inilah kita bisa menikmati sensasi berkendara lewat motor ataupun mobil yang mereka antarkan. Tetapi…sebuah fakta dan pengakuan mengejutkan dari sopir truk ini sempat membuat saya syok dan mendadak saya kehilangan selera makan.
Simak beberapa peristiwa berikut:
Beberapa testimoni:
Ane pernah juga ngomong sama sopir trailer.
Jadi kata dia: “daripada menyebabkan kecelakaan yg bisa timbul banyak korban,lebih baik satu nyawa melayang”. lho kok bisa.?
Jadi gini gan,supir trailer bisa saja ngerem mendadak apabila ada bikers atau pemotor yg jatuh di depannya.
Tapi apabila dia melakukan itu maka yg akan terjadi adalah,bagian belakang atau muatannya akan lari kekanan atau kekiri.
Bisa dibayangkan gan apabila di sisi kanan atau kiri banyak bikers atau pemotor,pasti akan terserempet atau tergilas.
Itu sebanya supir lebih memilih melindas bikers atau pemotor yg jatuh di depan atau disamping nya.
Dua pilihan yg sulit memang.!!
Truck segede gaban bisa jadi sahabat dijalanan kalau ente tahu aturan….ini pengalaman ane trans bkt – mdn bawa mobil kecil…ente kalau dibelakang truck jangan mepet…jaga jarak ±50-100M…truck segede gaban kalau misalnya ente mau mendahului dan itu truck ngasih lampu sein kanan…jangan coba2 mendahului…artinya ada kendaraan dari arah berlawanan….kalau ente mau mendahului truck…pake perhitungan matang….misal panjang truck 12M…panjang mobil 4M…itu artinya ente harus punya space untuk mendahului truck adalah 4-5X panjang mobil ente….kalau truck udah kasih lampu sein kiri dan lampu remnya menyala…segera ente kasih lampu sein kanan dan silahkan mendahului…sopir truck paham kode klakson 2X waktu mendahului…say thanks to truck driver yg udah ngasih ente jalan buat mendahului
kata temen ane yang pernah ngomong ke supir truk emang begitu.kalo seandainya (gak sengaja) tabrakan “diusahakan” korbannya meninggal biar gak banyak ganti ruginya..
kalo cacat bisa ratusan juta katanya..
sadis bener emang..
kalau supir bus punya prinsip begini gan…
“..daripada mengorbankan nyawa seluruh penumpang bus..lebih baik nyawa 1 atau 2 org naek motor yang hilang…” makanya kalau ketemu bus ugal2 an mending turun dari aspal ke tanah aja dah….soalnya para sopir bus juga lagi bawa nyawa banyak orang gan
motor atau kendaraan kecil juga jangan asal salip kalo ga mau tinggal nama..dah salah, ngotot.. itulah pengendara kendaraan kecil yang ane tau… logika sang sopir mending mati aja sekalian, daripada urusan panjang…yang jelas kalo bawa kendaraan, apapun jenis nya harus WASPADA dan SAFETY RIDING…
nih ane tambahin lagi info underground seputar dunia supir truk kalo menyikapi kecelakaan kayak gitu
ukuran truk itu kan besar? jadi kalo sampe berurusan sama polisi, alibi yg paling gampang (ini ane denger sendiri dari supir truk yg suka nongkrong deket rumah ane) adalah, “tidak kelihatan” !!
alasan ini bisa diterima mengingat ukuran truk memang besar dan sulit mengawasi tiap sudut truk setiap saat
jadi kalo ada yg terlindas, tinggal pake alasan itu aja
paling mentok mentok perusahaan yg punya truk itu kasi uang damai ala kadar nya ke keluarga korban, yang jelas sedikit lah, uang kerohiman namanya
kalo semisal keluarga korban ngotot mo perkarakan ke pengadilan juga gak bakalan menang, karena alasan “tidak kelihatan” bisa diterima oleh akal sehat nya hakim, pengacara, penuntut umum, panitera, dan semua nya. ujung2xnya diselesaikan diluar pengadilan biasanya. makanya kalo truk sering bunyiin klakson, jangan dianggap personal, itu justru mengingatkan kita betapa rapuhnya posisi kita di jalanan kalo berhadapan sama truk. justru kita musti ngalah kalo truk sampai bunyiin klakson ke kita. itu pesan moral yg ane tangkap gan. cobalah ente bayangin berada di posisi supir truk, gak gampang loh mengendalikan monster sebesar itu di jalanan.
apalagi biker kita terkenal suka asal belok tanpa kasi lampu sign dulu.
ane pernah tuh liat istri mbonceng motor yg dikemudikan suami nya di parung bogor, kelindas truk, ibu itu yg kena perut nya, suaminya selamat. tau gak? itu yg namanya usus berhamburan keluar semua campur sama cairan kuning (lemak perut nya). badannya nyaris putus jadi 2, tapi masih hidup meregang nyawa sambil nyebut ” Ya Allah, aku gak mau mati kayak gini” berulang kali. suami nya shock diam aja di sudut jalan gak ngomong apa apa kayak org linglung, nolong aja enggak tuh suami nya. asli serem gan, udah kayak daging cingcang tapi masih bisa ngomong dan gerak gerak, apa gak serem tuh? sama warga setempat buru buru di masukin ke mobil dibawa ke rumah sakit tapi katanya meninggal dalam perjalanan. nah pas supir truk nya di tanya polisi, jawabnya ? gak ngeliat ada yg masuk ke kolong truk kontainer dia, gitu jawabnya.
itu semua bener gan, bokap ane buka usaha ekspedisi dan menurut supir itu lebih baik di matiin sekalian daripada cacat seumur hidup. karna bakalan jadi beban pengeluaran ke supir dan perusahaan itu sendiri gan. belum lagi nanti per berapa bulan check up. kalo cacat gan belum ke urusan polisinya. memang sih gan walaupun si korban ga meninggal atau harus rawat jalan nanti nya bakalan menuntut ganti rugi yg lebih dari kontrak antara si korban dengan perusahaan tentang ganti rugi. oh iya satu lagi, supir ekspedisi yg perusahaannya masih belum besar itu gaji nya dari uang jalan gitu gan, istilah nya di borong habis. kalo ada musibah di jalan itu supir harus backup perusahaan nya gan. kalo boleh di pekiwan gan
tambahan gan, beban yg dipikul supir itu banyak gan selain muatan mereka juga mikul kehidupan supirnya makanya itu yg bikin supir ugal ugalan
Sebenernya kecelakaan itu cm 1 aja kok gan..
Yaitu feeling terhadap blind spot nya masih tdk ada..ini yg kerap terjadi dr semua kendaraan bermotor..
Apaa lg truk trailer yg panjang nya sampe 12 meter
Jangkauan mata ke depan itu minim..jd bener2 hrs kuat dan tetap safety riding..

Tips dari saya buat pengendara kendaraan… khususnya motor.
1. Jgn pernah berhenti mendadak didepan truk muatan berat di bawah 12 meter,sesungguhnya anda telah mati jika melakukaan itu…bila anda tidak mati maka sekitar anda yg jadi korban.
2. Kami driver truk berat berbeda dgn bus malam. Kecepatan kami terbatas bahkan kaami masih kalah cepat dgn maho naik skuter ga jelas.
3. Jika kami terkena macet tolong liat kami, dan jgn memaki kami karna pelan nya truck kita liat lebih jelas mata kita pasti merah kami selalu antisipasi jika motor atau mobil nyelonong di depan kami pasti siaga dan tanpa terlena mta ini terus memandang anda dan aspal di sepanjang jalan.
4. Baca selalu lampu sein kita kemana arahnya…
5. Selalu hidupkan lampu belakang motor anda
6. Jgn pake lampu putih

Sumber : Mudagrafika.wordpress. com
Silakan disebarkan untuk keselamatan yang lainnya !!

Saturday, 8 March 2014

baru beberapa menit yang lalu saya berbahagia ketika mendapat kabar sahabat-sahabat saya menikah di tanggal 6, 7 dan 8 Maret ini. Facebook terlebih dulu yang mengabarkannya tanpa saya minta. memunculkan berita gembira itu di awal saat saya membuka timeline facebook. jujur saja saya jarang membuka facebook, terlebih beberapa hari lalu laptop saya rusak.

tiba-tiba saya melihat postingan dari seorang sahabat odapus (orang dengan lupus), yang memposting dirinya baru saja pulang dari rumah duka teman odapus yang meninggal kemarin siang. deg. saya tak asing dengan nama odapus yang meninggal tersebut. LIA. tapi saya menenangkan diri bahwa nama tersebut sangat banyak dan belum tentu orang yang saya kenal.

kemudian saya scroll down timeline facebook saya, mencari berita kepergian odapus tersebut. karena biasanya ketika ada yang meninggal, timeline akan dipenuhi berita duka tersebut.  saya terus mencari berita duka tersebut memastikan odapus itu bukan odapus yang saya kenal.

membuka grup lupus, saya melihat postingan berita duka tersebut dan memperlihatkan foto jenazah sang odapus. sontak saya menangis karena wajahnya sudah sangat tak asing lagi di memori saya. iyaa itu cece Lia salah satu sahabat odapus saya.
saya masih belum percaya dan segera membuka profil facebook ce Lia untuk memastikan. mungkin wajahnya mirip. dan ketika saya membuka facebook ce Lia, isi timelinenya penuh dengan ucapan turut berduka dan kehilangan. ternyata benar itu cece Lia. saya tak kuasa untuk tidak menangis. 

bagaimana saya akan lupa pertemuan pertama kami di Facebook. saat itu saya masih mengerjakan skripsi dan selalu gentayangan di Facebook mengobrol dengan teman-teman odapus dari berbagai daerah melalui media facebook. ce Lia kebetulan baru saja bergabung dan saya dikenalkan oleh teman saya yang seorang dokter. teman saya ini merekomendasikan ce Lia untuk mengobrol dengan saya, karena dirasa penyakit lupusnya kambuh karena stress dipekerjaan.

ce Lia menuruti saran teman saya dan segera menghubungi saya melalui YM. padahal saya masih berstatus mahasiswa dan berbeda beberapa tahun dengan dirinya, tapi ce Lia percaya dan menceritakan permasalahannya pada saya. bukan permasalahan ringan yang bisa diceritakan kepada orang yang baru dikenal, tapi ce Lia menceritakan permasalahan yang menurut saya itu sifatnya pribadi sekali. sejak saat itu saya berhubungan baik dengan ce Lia. 

hingga akhirnya saya bisa ngobrol secara personal melalui BBM pada saat saya S2. sayangnya saya justru jarang bisa ngobrol dengan santai dengan ce Lia karena kesibukan S2 yang membuat saya terfokus pada tugas-tugas kuliah. beberapa kali masih sempat mengobrol dengan ce Lia dikala tengah malam kami belum tidur. sekedar obrolan ringan apa kabar dan kenapa belum tidur.

setelah itu saya jarang sekali berkomunikasi dengan ce Lia dan teman-teman odapus lainnya. dan ketika mendapat berita duka ini saya sangat sedih karena kehilangan sosok kakak yang baik hati ini. menyesal ketika ada kesempatan untuk berbagi cerita tetapi saya terlalu sibuk dengan urusan saya sendiri. bahkan ketika ce Lia koma, saya tidak tahu dan tidak sempat mengirimkan doa untuknya.

selamat jalan ce Lia... maafkan Ron yang tidak sempat menjadi tempat berkeluh kesahmu di beberapa waktu terakhir. hanya doa yang bisa kukirimkan untukmu ce. sakitmu sebagai penggugur dosamu di dunia. tidak ada lagi rasa sakit di tubuhmu. tenang dan damailah di sisiNya. titip salam untuk kupu-kupu cantik lainnya yang mendahului kami. kami sayang ce Lia, tapi Tuhan lebih sayang dengan ce Lia.