Wednesday, 17 September 2014

pelajaran dari my mom

my mom selalu ngajarin buat berbaik sama orang lain, meskipun orang itu udah ngejahatin kita. yang penting kita nggak jahat, kayak orang itu.

my mom percaya perbuatan apapun pasti ada balasan. kalau pengen dapat balasan yang baik, ya berbuat baiklah. meskipun balasan baik itu kadang nggak langsung ke kita, tapi bisa juga ke keluarga or anak-anak kita nanti.

kadang ngerasa banyak orang yang nolongin pas kita butuh, dari mulai yang kecil sampai yang besar. kayak ngasih tumpangan, nraktir makan pas lagi bokek sampai pernah lagi butuh uang 10juta buat bayar SPP, saat itu juga ada teman yang langsung transfer.

kalau di flashback biasanya karena kita biasanya berbuat baik ke orang dan bisa juga itu akibat perbuatan baik orangtua kita juga loh. my mom pernah bilang, dia berusaha bantu orang sebisa dia biar anaknya pas jauh kayak gini ditanah rantau ada juga yang bantu or nolongin.

terus kalo orang yang pernah kita bantu, justru sebaliknya ke kita? udah biarin aja ya. pernah loh dulu ada teman seperjuangan jaman skripsi. ketika yang lain udah mulai jalan skripsinya, dia baru aja mau mulai. kami bantuin dah dari mulai nyariin referensi n ngerevisi draftnya, kasih strategi juga gimana ngatur waktunya. eh nggak tahunya dia lulus duluan sambil ngecibir kami "ih ternyata para asisten lab yang pintar-pintar ini nggak jaminan ya lulus cepat. malah aku duluan yang lulus."

sumfeee begitu tahu dia lulus dengan songongnya, sebel iya. sebel banget malah. tapi biarin aja lah. toh berbuat baik sama orang insyaa allah dapat pahala. nah yang suka kek gini juga dapat balasannya koq, nggak tahu dah apa, biarin urusannya ma Allah.

so, mari berbuat baik kepada siapa saja :)

yuk mari cantik, kita antri yaa

kemarin sore lagi berburu krim malam di salah satu supermarket yg emang selalu terjadi antrian panjang di kasirnya. yaa karena cuma empat sih kassa nya. jadinya yaa mau gimana lagi, lagi butuh krimnya dan mau nggak mau antri. 

kebetulan dapat antrian ke-lima. di paling depan ada mahasiswa malay bertiga yang sepertinya belanja bulanan dan beli sayur buat dimasak dan itu perorang banyak belanjaannya. setelah itu hot momma yang ngantri didepan saya dengan trolly yang penuh isi kebutuhan rumah tangga. sedangkan saya dengan sekotak krim malam ditangan hehehe.

niat mau pindah antrian yang lebih pendek tapi koq sama aja yaa *menatap kassa lainnya*, yaa kali panjang antriannya tapi belanjaannya dikit kayak saya kan lumayan cepet. tapi ya udah ngantri disini aja, pikir saya.

begitu hampir selesai antrian ketiga (mahasiswa malay), hp si mahmud alias mamah muda depan saya bunyi jadilah dia ngantri sambil sibuk telponan, kayaknya sih suaminya *nguping tak sengaja hahaha*. begitu gilirannya, saya yang lagi mainin kaki dilantai *bosen maksudx* dipanggil si mahmud buat duluan aja. waaaah dengan senang hati saya maju, lagian kan saya cuma beli satu barang aja jadi cepet. makasih yaaa mahmud :D

dan saya teringat seringkali ketika di supermarket  yang sama, pernah pas lagi antri ada ibu-ibu yang mepet antrian dan nyuruh anaknya maju duluan alias motong antrian -___-" sumfee sebel banget manfaatin anak. berhubung juga nggak buru-buru dan habis lihat si ibu di marahin suaminya (jadi si suami minta air mineral yg dingin buat buka puasa), ya udah pas gilliran saya (anaknya didepan, tapi ibunya dibelakang saya), dengan muka baik hati (dipaksain sih hahaha) bilang ke ibu "silahkan bu, duluan aja", langsung dengan semangat si ibu maju. mikir juga sih, ntar keburu dimarahin suaminya lagi airnya sudah nggak dingin lagi gegara antri. yoweslah. ikhlaaaasin aja antriaaaannya ya cyin (koq kayak nggak ikhlas sih).

dan ternyata dapat balasannya kemarin sore, dipersilahkan duluan :D

nah tempat lain yang paling sering main serobot antrian adalah di ATM centre, sudah antri lama eh ada aja yang motong antrian,. baru juga datang trus kayak seolah nggak tahu kalau yang panjang ini antrian dan main potong aja dengan muka songong *biasanya mahasiswa yang kek begini!*

kalau lagi "baik" saya biarin aja, tapi kalau lagi ada energi buat nunjukkin "antri donnng!" saya biasanya langsung maju mepet ke mesin ATMnya sebelum si pemotong antrian itu maju. nggak kalah gesit. sambil ngedumel "cantik-cantik koq sukanya nyelonong aja, antri dong biar makin cantik" hahahahaha.

kadang sadar diri sih, misal perlu transfer dan ngurus apa gitu yang bikin lama di ATMnya, jadi emang kadang mempersilahkan antrian dibelakang buat duluan aja. tapi ada juga loh orang yang nggak nyadar kalau antrian panjang, bukannya buruan malah lama depan mesin ATMnya. udah beres transaksinya juga nggak langsung minggir tapi malah sibuk baca pesan di Hp-nya n masukin uang n kartu ATMnya ke dompet. 

jadi emang kadang kita perlu budayakan antri yak sedari kecil, jangan ajari anak or adik kita buat motong antrian! terus juga kudu bisa lihat sikon, kalau emang ada orang yang lagi keburu-buru or kitanya emang lama keperluannya, bisa tuker posisi antriannya. nggak bikin rugi kita koq, malah kadang itu juga bentuk bantuan kita ke orang lain. seperti tadi, bantuin si ibu biar nggak kena marah suaminya karena airnya sudah nggak dingin lagi efek kelamaan antri. terkadang kamu juga dapat ngerasain balasannya koq, misal ketika kamu buru-buru eh ada orang yang ngasih antriannya ke dirimu.

kelebihan dan kekurangan itu saling melengkapi

pernah nggak sih kita ngerasa bahwa orang lain itu koq jalannyaaaa muluuuuuus banget, sedangkan kita kudu terseok-seok mencapai tujuan kita? ya dengan kata lain, kita berusaha mati-matian tapi hasilnya biasa aja, sedangkan orang lain "sepertinya" nyantai tapi hasilnya memuaskan.

saya pernah, sering malah hehehe. seperti biasa urip iku sawang sinawang

pernah denger dong bahwa Tuhan itu menciptakan manusia itu sama, dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing.  dan Tuhan itu selalu adil dan tidak pernah menganiaya hambanya. ada yang dengan mudah kita dapatkan, tapi disisi lain perlu perjuangan untuk mendapatkannya.

ceritanya begini,
seorang sahabat yang perjalanan kuliahnya menurut saya lancaaaar kayak jalan tol dah. tidak ada mata kuliah yang ngulang, mayoritas nilai A didapat, dosen juga biasanya bersikap baik dengan baik (seperti ramah). yang kadang ketika diperhatikan, usaha yang dikeluarkannya biasa aja. justru terkesan mengeluarkan usaha minimal alias agak males-malesan. tapi kenapa muluuuuuus perjalanannya ya? itu yang mungkin menurut kacamata manusia yang dianggap tidak adil,.. mereka yang berusaha lebih keras tapi kenapa si teman ini yang terkesan males justru hasilnya lebih baik.

ingat kembali, bahwa ketika diberikan kelebihan di satu sisi, maka ada kekurangan di sisi lain. Tuhan tidak melulu menguji hambanya dengan kesengsaraan koq, ada juga berupa ujian kenikmatan. ketika satu sisi kurang, sisi lainnya dilebihkan.

teman saya mungkin sedang diberikan kenikmatan dan kemudahan dalam menjalani kuliahnya. tapi di sisi lain dia diberikan ujian yang banyak orang tidak tahu jika tidak mengenalnya dengan baik. dia sebagai anak sulung dan jadi tulang punggung keluarga. membiayai kehidupan keluarganya seperti pengobatan ayahnya dan kuliah adiknya. gaji yang didapatnya itu harus ia alokasikan untuk 4 orang, dirinya, ibu dan ayahnya serta adiknya.

beban yang ditanggung bagi saya itu cukuplah berat *menurut kacamata saya*. karena saya sendiri masih belum dapat memenuhi kebutuhan saya pribadi, ketika pun saya sudah memiliki penghasilan rasanya untuk hidup di kota ini rasanya sangat pas-pasan untuk diri sendiri, apalagi harus dibagi empat, yang bukan sekedar pemenuhan kebutuhan sehari-hari tapi juga biaya berobat rutin dan biaya kuliah.

dan di usianya yang menurut masyarakat kita ini memasuki usia "kritis", dia belum bertemu dengan pendamping hidupnya. banyak yang mendekati tapi tidaklah sesuai dengan apa yang diharapkan dan dibutuhkan. sedangkan teman-teman sebaya-nya sudah banyak yang berumah tangga dan memiliki beberapa anak. tidak mudah kan.

cerita lainnya, seorang kenalan yang ternyata anak dari dosen dikampus. menurut saya dan teman-teman lainnya, dia anak yang pintar. ternyata sudah memiliki 2 anak. wow di usia muda begini sudah menemukan jodoh dan diberikan 2 momongan yang lucu. sempat bekerja dengan karir yang bagus tapi memilih melanjutkan kuliah. kuliah pun berjalan lancar, meskipun ada bisik-bisik bahwa dia dipermudah karena anaknya dosen. padahal dari yang saya amati, memang anaknya pintar dan kritis.

tapi banyak orang yang tidak tahu, bahwa dia sedang mengurus perceraian dengan suami yang berbeda usia 20 tahun lebih tua darinya. cerai karena sang suami suka bermain perempuan. saya pun kaget mendengar langsung dari dirinya. betapa tidak mudah menjadi dirinya, di usia muda dia memutuskan untuk menjadi janda daripada tersiksa lahir batin karena perilaku suaminya.

mungkin kita mengeluh karena di kuliah dipersulit, tapi sudahkah kita bersyukur bahwa di bagian kehidupan lainnya seperti keluarga kita harmonis, orangtua masih lengkap, dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari kita terpenuhi bahkan berlimpah dan mungkin di usia yang relatif muda sudah bertemu dengan jodohnya.

memang kita tidak boleh hanya melihat dari satu sisi, lihatlah sisi lainnya. dengan begitu akan tahu bahwa Tuhan itu maha adil, hanya kitalah manusia yang justru sibuk iri dengan kelebihan orang lain dan lupa bersyukur dengan kelebihan yang diberikan kepada kita. dan janganlah menilai orang dari luarnya, coba kenali baik-baik, ada sisi lainnya yang mungkin bisa mengubah rasa iri kita menjadi bersyukur dengan kondisi yang kita nikmati dan miliki sekarang.

Thursday, 11 September 2014

kehilangan...

apa ketakutan terbesarmu?
ketakutan terbesar saya adalah kehilangan.
iya. kehilangan mereka yang disayang.
orangtua.

sejak kecil, ketika melihat film yang adegannya orangtua meninggal
saya tidak kalah heboh nangisnya sama sang bintang film.
pikir saya waktu itu, jika mereka tidak ada, bagaimana nasib saya.
dan saya pernah bilang dengan lugunya ke ibu saya
"jangan mati ya"

tetapi sesuatu yang belum terjadi itu memang menjadi ketakutan tersendiri
menimbulkan kecemasan yang membuat dada kita rasanya sesak
airmata selalu menerobos keluar dengan derasnya

pada saat saya ditelpon dikabari bahwa Ayah saya kena stroke
saya menangis sejadi-jadinya berhari-hari
sudah tidak jelas bentuk wajah saya dengan mata membengkak
mencoba tenang, kemudian menangis kembali dan seterusnya

ada bayang-bayang kematian menghantui pikiran saya saat itu
bagaimana jika memang waktu Ayah saya sudah dekat
entahlah, saya sulit sekali membayangkan hidup saya tanpa beliau

hingga akhirnya saya harus pulang disaat UTS,
untuk menemani Ayah yang sedang koma dan kritis.
serba mendadak semuanya, hingga dibandara pun saya masih menangis

saya adalah orang yang cengeng
dan saat itu saya berusaha menyimpan rapat-rapat kesedihan dan airmata saya
didepan Ibu tentunya
saya tak ingin membuatmu semakin sedih

dan memang saya terlihat tenang
mendampingi Ayah setiap saat dengan mengajaknya berbicara meskipun sedang koma
"ngaji dulu ya",
"ayo kita dzikir pagi dulu",
"aku sholat dulu yaa di atas, nanti habis itu ngaji bareng ya"

hingga akhirnya pada malam itu dada terasa sesak sekali,
membaca alquran pun dibanjiri airmata, entahlah...
saya keluar dari pintu samping dan menangis diparkiran

saya masih belum bisa tenang, airmata masih saya menerobos keluar dengan gilanya
akhirnya saya wudhu dan sholat isya di musholla rumah sakit
sholat sambil menangis lebih tepatnya, entahlah
saya hanya merasa hanya Allah lah yang mampu menenangkan saya malam itu

sebuah doa pun meluncur dari saya
tidak seperti doa yang sebelum-sebelumnya
yang meminta kesembuhan Ayah saya

saya minta ketika keputusan Allah itu tidak sesuai dengan keinginan saya,
saya minta Allah untuk bantu saya untuk ikhlas
keyakinan saya saat itu Allah lah yang tahu yang terbaik buat hambanya
dia tidak menganiaya hambanya

dan ketika esok paginya Ayahanda kembali ke sisi Allah
tidak ada airmata yang menerobos keluar dengan liar
yang muncul adalah ketenangan dan syukur
syukur karena di hari terakhirnya, wajah Ayah tersenyum
tenang rasanya melihat senyumnya

ketika keluarga menangis sejadi-jadinya
saya diberikan kekuatan untuk tetap tenang dan dapat memandikan jenazahnya
ketika teman-teman saya yang lain perlu waktu hingga berbulan-bulan
untuk dapat menerima kepergian orangtuanya
saya hari itu juga dapat menerima kepergian Ayah

hari senin ayah meninggal, rabu sore saya sudah kembali ke kosan
kamis pagi kuliah seperti biasa yang membuat teman-teman saya heran
heran karena saya tampak tenang dan ceria seperti biasa

ketika duduk disebelah jenazahnya, saya sebenarnya sempat menangis
bukan menangisi Ayah...
saat itu saya mendapat banyak sekali sms dari teman-teman kampus
yang mencoba menghibur dan menguatkan saya
saya menangis terharu karena mereka melakukannya
mereka pun melakukan sholat ghaib disana
terimakasih teman...

kadangkala kita mengira ketika kehilangan
yang akan terjadi adalah terpuruk dalam kesedihan
sedih memang, tapi sebenarnya kesedihan yang dialami tidak seperti yang kita bayangkan
kita masih memiliki kekuatan untuk menerima kehilangan tersebut
mungkin itulah keikhlasan

ketika teman-teman saya mungkin sungkan untuk membicarakan Ayah didepan saya
mereka tahu saya sangat dekat dengan ayah dan takut membuat saya sedih
saya justru dengan bahagia menceritakan masa-masa saya dengan Ayah dulu
dimana saya mengingatnya dan tidak mengganggapnya pergi,
karena sebenarnya ia selalu bersama saya,
dalam kenangan masa silam yang selalu saya hidupkan kembali dengan menceritakannya.


*kembali mengenangmu Ayah,
menjelang 5 tahun kepergianmu
I always love you... :)

ada apa dengan Ron hari ini

hari ini seorang ron ke kampus agak niat hahaha... rok jins biru muda (wajib ini mah!),, sweater hijau tosca motif rusa warna putih,, pakai pashmina sifon warna hijau tua, niatnya sih pakai sepatu crocs hijau tosca juga tapi lagi males jadinya si sandal anggun alias anak gunung hahahaha.  *yang baca ngerasa itu kostum biasa banget kan yaa hahhaha*

kenapa dibilang niat?
karena sehari-hari ngampus mah pake rok jins, kaos lengan panjang n jilbab kaos rabbani warna biru donker (hampir punya stok baju warna biru donker banyak hahaha). ada tuh kaos n jilbab kaos rabbani pink yang sering dipake juga tapi 9 bulan nggak dipake karena pas nginep dikos temen nitip dan barusan aja diambil hahahaha.

makanya kalau ngampus ato pergi kemana gitu pakai kerudung biasa segi empat palagi pashmina itu udah luar biasa buat ron hehehe. soalnya males ribet sih terutama pas aktivitas diluarnya lama n kudu bongkar pasang kerudungnya pas wudhu. makanya kebiasaan pakai yang jilbab langsungan dari jaman sekolah.

terussss ada temen S2 yang dulu pernah tanya koq tumben pakai kerudung segiempat,, aku bilang aja lagi datang bulan jadinya nggak rempong buat wudhu kan. jadilah setiap pakai kerudung segiempat dan ketemu dia, dia pasti nebak "naaaa lagi dapet yaaa? makanya kerudungnya gini". yaa kalo sehari-hari emang seringnya langsungan, tapi kalau ada acara formal gitu kayak sidang, seminar, praktikum, kondangan biasanya brusaha make yang segiempat.

teruuss tadi habis dari kantin menuju perpus papasan sama junior cowok, komentarlah dia "kakak, tumben kali cantik bener" hahahahha ngakak dah pas dia komen begitu. beginilah kalau biasanya kucel begitunya agak rapihan dikit langsung dibilang cantik hihihihi. malah ada junior jg yang ngajak kenalan (cewek loh ya) bilangnya sih sering denger namaku tapi belum tau yang mana. padahal yaa 1 tahun yang lalu kenalan ma dia n sering nyapa juga. efek rapi jadilah dia pangling euy ma aku.

betewe, tumben seorang ron hari ini rapi jali padahal hari ini agendanya cuma merpus aja. soalnyaaaa hari ini mau jadi OP alias orang yg diperiksa alias testi bwt junior 2014 yg praktikum. sebenarnya jadi OP cadangan sih, kalau-kalau OPnya batal datang masih ada cadangannya gitu. dalam rangka praktikum meskipun bukan akunya yang praktikum, aku agak rapi hahaha. daaaan mau bela-belain rapi soalnya lagi "libur" sholatnya jadilah nggak perlu bongkar2 si pashmina pas wudhu hehehe.

Wednesday, 10 September 2014

wanta sejati ituuuu....

disebut wanita sejati, ketika kamu belanja dan mulai bandingin harga ditempat ini dengan tempat lainnya mana yang lebih murah.

disebut wanita sejati, ketika kamu mulai sadar bahwa kamu kudu bisa masak demi masa depan rumah tangga yang lebih cerah hehehe. jadilah kamu mulai belajar masak, ya minimal dengan masak sendiri makananmu.

disebut wanita sejati, ketika kamu mulai berpikiran untuk bisnis. menjual apa yang bisa dijual. ya intinya mencari tambahan penghasilan. meskipun banyak yang mencari tambahan penghasilan untuk menutupi kebutuhan yang doyan belanja, biar imbang.

disebut wanita sejati, ketika kamu mulai ngaca dan sadar bahwa kamu perlu merawat wajahmu dari sekarang!

disebut wanita sejati, ketika kamu perlu merasa perlu membersihkan wajah, pakai toner, pakai serum, pakai pelembab dan sunblock! untuk apa? agar suamimu kelak bangga punya istri yang wajahnya bersih dan indah dipandang.

disebut wanita sejati, ketika kamu mulai melirik perkakas dapur apa yang belum kamu miliki bahkan ikutan rebutan untuk bisa beli di olshop hahahaha.

disebut wanita sejati, ketika kamu puyeng dengan tumpukan baju dan piring kotor. setelah kamu mencucinya sendiri, ada perasaan ploooong didalam dadamu. bahkan bahagia itu sederhana, ketika jemuranmu kering pada hari yang sama.


*wanita sejati ala ron

Monday, 1 September 2014

menunggu

pernahkan ketika menunggu di suatu tempat seperti antrian dokter, terminal, bandara or tempat lainnya yang kemudian membuat kita tanpa sadar berkenalan dengan orang yang tidak kita kenal sebelumnya?

saya sering.

teringat ketika dari terminal lebak bulus mau mudik ke malang, saya harus rela dapat tempat duduk di bus dipaling belakang alias tempatnya kenek buat rokokan :( yaa mau gimana lagi, kehabisan tiket dan katanya masih ada yawes saya beli (tanpa tahu kalau kursi kenek yang dijual).

jadi itu kursi sepasang gitu kan, tapi dikotakin alias kayak dikurung kaca gitu dan sebelahan ma toiletnya.

akhirnya saya duduk dikursi itu menanti si penumpang lainnya datang dan keberangkatan bus. Ternyata kursi kosong disebelah saya ini ada penumpang. hore saya tidak sendiri tapi ternyata dia cowok yang tadi saya lihat menggalau didepan bus diantar pacarnya (asumsi saya sih hehehe). wah alamat diem-dieman nih dalam bus, kayaknya orangnya gak terlalu asik.

akhirnya penumpang bus tsb berdatangan dan kami berdua sudah duduk manis dalam "kotak kaca" tsb dengan wajah masam hahaha. akhirnya saya gatel buat ngajak ngobrol si mas ini.

saya: "masnya kehabisan tiket juga ya kayak saya? koq bisa dapat kursi ini :D"
mas: "nggak koq, saya harusnya naik bus yang jam 1 tadi tapi ternyata busnya nggak jadi berangkat, jadilah di tawari mau dibalikin uang tiketnya atau naik bus yang ini. karena besok saya masuk kerja ya udah saya naik ini aja."
saya: "oh gitu, kirain kayak saya. nyari tiket di bandung udah pada habis mas. bela-belain ke jakarta juga pada habis kemarin, trus dapat yang ini katanya masih ada sisa 1 tapi nggak tahu kalau kursinya ini :| malah kata keneknya tadi "mbak sih maksa" laah kan kemarin dia yang nawarin masih ada satu ckckckck"
*dalam hati mungkin si masnya mbatin sapa yang nanya haahahaha"
mas: "mbaknya tinggal dibandung?"
saya: "iya mas :D"
mas: "kerja atau kuliah?"
saya: "lanjut kuliah lagi mas disana :D"
mas: "wihhh rajin yaaa hehehe, kalau saya sih udah dikejar umur buat lanjut kuliah lagi. dulu kuliahnya disana juga?"
saya: "di malang mas, di UMM."
mas: "wih mbolang yaaa mumpung masih muda. ih dulu aku sering main ke UMM mainan liftnya hahahha"

dan obrolaaaan berlanjuuuuut...

dan tahu tidak, beliau adalah teman perjalanan terbaik saya selama ini. orang asing yang tidak dikenal dan kami bisa ngobrol sampai ngakak karena cerita pengalaman2 kami yang termasuk ranah pribadi loh. ketika tengah malam terbangun karena macetnya lalu lintas dan dinginnya AC dalam kotak itu, kami berdua justru ngobrol pengalaman masing-masing dijaman muda dulu. mungkin penumpang lainnya bakal ngira saya dan mas ini saudara atau teman baik. padahal kami baru kenalan gegara senasib berada dalam kotak mini ini.

peristiwa menunggu lainnya terjadi awal tahun ini. saya ikut seminar enterpreneur gitu dikampus sendirian. ternyata acaranya molor dan masih sepi banget di TKP. jadilah ke kamar mandi ngebenerin kerudung yang berantakan karena ngojek hehehe. ternyata ada 2 orang didalam kamar mandi itu. seperti biasa saya nggak bisa nahan buat nanya hehehe. 

"ikut seminar ini teh?"
"iya teh. teteh juga? mahasiswa sini ya?"
"iya, mahasiswa sini. teteh dari luar?"
"iya dari unjani. teteh jurusan apa?"
"psikologi."
"wah sama saya sama teman saya juga psikologi"
dan obrolan berlanjut hingga kami pulang....

kami duduk bersama, bertukar nomor hape, istirahat bersama saya sebagai guidenya keliling kampus, foto-foto bersama dan pamitan pulang dihadapan bus masing-masing. dan lagi-lagi ketika orang lainmelihat kami bertiga ketika di seminar tsb mengira kami sahabatan padahal kami baru kenal karena menunggu tadi dan hubungan kami berlanjut sampai sekarang :)

 
dan masih banyak lainnya "menunggu" yang kemudian berlanjut menjadi pertemanan.

bagaimana denganmu? :)