Wednesday, 17 September 2014

kelebihan dan kekurangan itu saling melengkapi

pernah nggak sih kita ngerasa bahwa orang lain itu koq jalannyaaaa muluuuuuus banget, sedangkan kita kudu terseok-seok mencapai tujuan kita? ya dengan kata lain, kita berusaha mati-matian tapi hasilnya biasa aja, sedangkan orang lain "sepertinya" nyantai tapi hasilnya memuaskan.

saya pernah, sering malah hehehe. seperti biasa urip iku sawang sinawang. 

pernah denger dong bahwa Tuhan itu menciptakan manusia itu sama, dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing.  dan Tuhan itu selalu adil dan tidak pernah menganiaya hambanya. ada yang dengan mudah kita dapatkan, tapi disisi lain perlu perjuangan untuk mendapatkannya.

ceritanya begini,
seorang sahabat yang perjalanan kuliahnya menurut saya lancaaaar kayak jalan tol dah. tidak ada mata kuliah yang ngulang, mayoritas nilai A didapat, dosen juga biasanya bersikap baik dengan baik (seperti ramah). yang kadang ketika diperhatikan, usaha yang dikeluarkannya biasa aja. justru terkesan mengeluarkan usaha minimal alias agak males-malesan. tapi kenapa muluuuuuus perjalanannya ya? itu yang mungkin menurut kacamata manusia yang dianggap tidak adil,.. mereka yang berusaha lebih keras tapi kenapa si teman ini yang terkesan males justru hasilnya lebih baik.

ingat kembali, bahwa ketika diberikan kelebihan di satu sisi, maka ada kekurangan di sisi lain. Tuhan tidak melulu menguji hambanya dengan kesengsaraan koq, ada juga berupa ujian kenikmatan. ketika satu sisi kurang, sisi lainnya dilebihkan.

teman saya mungkin sedang diberikan kenikmatan dan kemudahan dalam menjalani kuliahnya. tapi di sisi lain dia diberikan ujian yang banyak orang tidak tahu jika tidak mengenalnya dengan baik. dia sebagai anak sulung dan jadi tulang punggung keluarga. membiayai kehidupan keluarganya seperti pengobatan ayahnya dan kuliah adiknya. gaji yang didapatnya itu harus ia alokasikan untuk 4 orang, dirinya, ibu dan ayahnya serta adiknya.

beban yang ditanggung bagi saya itu cukuplah berat *menurut kacamata saya*. karena saya sendiri masih belum dapat memenuhi kebutuhan saya pribadi, ketika pun saya sudah memiliki penghasilan rasanya untuk hidup di kota ini rasanya sangat pas-pasan untuk diri sendiri, apalagi harus dibagi empat, yang bukan sekedar pemenuhan kebutuhan sehari-hari tapi juga biaya berobat rutin dan biaya kuliah.

dan di usianya yang menurut masyarakat kita ini memasuki usia "kritis", dia belum bertemu dengan pendamping hidupnya. banyak yang mendekati tapi tidaklah sesuai dengan apa yang diharapkan dan dibutuhkan. sedangkan teman-teman sebaya-nya sudah banyak yang berumah tangga dan memiliki beberapa anak. tidak mudah kan.

cerita lainnya, seorang kenalan yang ternyata anak dari dosen dikampus. menurut saya dan teman-teman lainnya, dia anak yang pintar. ternyata sudah memiliki 2 anak. wow di usia muda begini sudah menemukan jodoh dan diberikan 2 momongan yang lucu. sempat bekerja dengan karir yang bagus tapi memilih melanjutkan kuliah. kuliah pun berjalan lancar, meskipun ada bisik-bisik bahwa dia dipermudah karena anaknya dosen. padahal dari yang saya amati, memang anaknya pintar dan kritis.

tapi banyak orang yang tidak tahu, bahwa dia sedang mengurus perceraian dengan suami yang berbeda usia 20 tahun lebih tua darinya. cerai karena sang suami suka bermain perempuan. saya pun kaget mendengar langsung dari dirinya. betapa tidak mudah menjadi dirinya, di usia muda dia memutuskan untuk menjadi janda daripada tersiksa lahir batin karena perilaku suaminya.

mungkin kita mengeluh karena di kuliah dipersulit, tapi sudahkah kita bersyukur bahwa di bagian kehidupan lainnya seperti keluarga kita harmonis, orangtua masih lengkap, dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari kita terpenuhi bahkan berlimpah dan mungkin di usia yang relatif muda sudah bertemu dengan jodohnya.

memang kita tidak boleh hanya melihat dari satu sisi, lihatlah sisi lainnya. dengan begitu akan tahu bahwa Tuhan itu maha adil, hanya kitalah manusia yang justru sibuk iri dengan kelebihan orang lain dan lupa bersyukur dengan kelebihan yang diberikan kepada kita. dan janganlah menilai orang dari luarnya, coba kenali baik-baik, ada sisi lainnya yang mungkin bisa mengubah rasa iri kita menjadi bersyukur dengan kondisi yang kita nikmati dan miliki sekarang.

Thursday, 11 September 2014

kehilangan...

apa ketakutan terbesarmu?
ketakutan terbesar saya adalah kehilangan.
iya. kehilangan mereka yang disayang.
orangtua.

sejak kecil, ketika melihat film yang adegannya orangtua meninggal
saya tidak kalah heboh nangisnya sama sang bintang film.
pikir saya waktu itu, jika mereka tidak ada, bagaimana nasib saya.
dan saya pernah bilang dengan lugunya ke ibu saya
"jangan mati ya"

tetapi sesuatu yang belum terjadi itu memang menjadi ketakutan tersendiri
menimbulkan kecemasan yang membuat dada kita rasanya sesak
airmata selalu menerobos keluar dengan derasnya

pada saat saya ditelpon dikabari bahwa Ayah saya kena stroke
saya menangis sejadi-jadinya berhari-hari
sudah tidak jelas bentuk wajah saya dengan mata membengkak
mencoba tenang, kemudian menangis kembali dan seterusnya

ada bayang-bayang kematian menghantui pikiran saya saat itu
bagaimana jika memang waktu Ayah saya sudah dekat
entahlah, saya sulit sekali membayangkan hidup saya tanpa beliau

hingga akhirnya saya harus pulang disaat UTS,
untuk menemani Ayah yang sedang koma dan kritis.
serba mendadak semuanya, hingga dibandara pun saya masih menangis

saya adalah orang yang cengeng
dan saat itu saya berusaha menyimpan rapat-rapat kesedihan dan airmata saya
didepan Ibu tentunya
saya tak ingin membuatmu semakin sedih

dan memang saya terlihat tenang
mendampingi Ayah setiap saat dengan mengajaknya berbicara meskipun sedang koma
"ngaji dulu ya",
"ayo kita dzikir pagi dulu",
"aku sholat dulu yaa di atas, nanti habis itu ngaji bareng ya"

hingga akhirnya pada malam itu dada terasa sesak sekali,
membaca alquran pun dibanjiri airmata, entahlah...
saya keluar dari pintu samping dan menangis diparkiran

saya masih belum bisa tenang, airmata masih saya menerobos keluar dengan gilanya
akhirnya saya wudhu dan sholat isya di musholla rumah sakit
sholat sambil menangis lebih tepatnya, entahlah
saya hanya merasa hanya Allah lah yang mampu menenangkan saya malam itu

sebuah doa pun meluncur dari saya
tidak seperti doa yang sebelum-sebelumnya
yang meminta kesembuhan Ayah saya

saya minta ketika keputusan Allah itu tidak sesuai dengan keinginan saya,
saya minta Allah untuk bantu saya untuk ikhlas
keyakinan saya saat itu Allah lah yang tahu yang terbaik buat hambanya
dia tidak menganiaya hambanya

dan ketika esok paginya Ayahanda kembali ke sisi Allah
tidak ada airmata yang menerobos keluar dengan liar
yang muncul adalah ketenangan dan syukur
syukur karena di hari terakhirnya, wajah Ayah tersenyum
tenang rasanya melihat senyumnya

ketika keluarga menangis sejadi-jadinya
saya diberikan kekuatan untuk tetap tenang dan dapat memandikan jenazahnya
ketika teman-teman saya yang lain perlu waktu hingga berbulan-bulan
untuk dapat menerima kepergian orangtuanya
saya hari itu juga dapat menerima kepergian Ayah

hari senin ayah meninggal, rabu sore saya sudah kembali ke kosan
kamis pagi kuliah seperti biasa yang membuat teman-teman saya heran
heran karena saya tampak tenang dan ceria seperti biasa

ketika duduk disebelah jenazahnya, saya sebenarnya sempat menangis
bukan menangisi Ayah...
saat itu saya mendapat banyak sekali sms dari teman-teman kampus
yang mencoba menghibur dan menguatkan saya
saya menangis terharu karena mereka melakukannya
mereka pun melakukan sholat ghaib disana
terimakasih teman...

kadangkala kita mengira ketika kehilangan
yang akan terjadi adalah terpuruk dalam kesedihan
sedih memang, tapi sebenarnya kesedihan yang dialami tidak seperti yang kita bayangkan
kita masih memiliki kekuatan untuk menerima kehilangan tersebut
mungkin itulah keikhlasan

ketika teman-teman saya mungkin sungkan untuk membicarakan Ayah didepan saya
mereka tahu saya sangat dekat dengan ayah dan takut membuat saya sedih
saya justru dengan bahagia menceritakan masa-masa saya dengan Ayah dulu
dimana saya mengingatnya dan tidak mengganggapnya pergi,
karena sebenarnya ia selalu bersama saya,
dalam kenangan masa silam yang selalu saya hidupkan kembali dengan menceritakannya.


*kembali mengenangmu Ayah,
menjelang 5 tahun kepergianmu
I always love you... :)

ada apa dengan Ron hari ini

hari ini seorang ron ke kampus agak niat hahaha... rok jins biru muda (wajib ini mah!),, sweater hijau tosca motif rusa warna putih,, pakai pashmina sifon warna hijau tua, niatnya sih pakai sepatu crocs hijau tosca juga tapi lagi males jadinya si sandal anggun alias anak gunung hahahaha.  *yang baca ngerasa itu kostum biasa banget kan yaa hahhaha*

kenapa dibilang niat?
karena sehari-hari ngampus mah pake rok jins, kaos lengan panjang n jilbab kaos rabbani warna biru donker (hampir punya stok baju warna biru donker banyak hahaha). ada tuh kaos n jilbab kaos rabbani pink yang sering dipake juga tapi 9 bulan nggak dipake karena pas nginep dikos temen nitip dan barusan aja diambil hahahaha.

makanya kalau ngampus ato pergi kemana gitu pakai kerudung biasa segi empat palagi pashmina itu udah luar biasa buat ron hehehe. soalnya males ribet sih terutama pas aktivitas diluarnya lama n kudu bongkar pasang kerudungnya pas wudhu. makanya kebiasaan pakai yang jilbab langsungan dari jaman sekolah.

terussss ada temen S2 yang dulu pernah tanya koq tumben pakai kerudung segiempat,, aku bilang aja lagi datang bulan jadinya nggak rempong buat wudhu kan. jadilah setiap pakai kerudung segiempat dan ketemu dia, dia pasti nebak "naaaa lagi dapet yaaa? makanya kerudungnya gini". yaa kalo sehari-hari emang seringnya langsungan, tapi kalau ada acara formal gitu kayak sidang, seminar, praktikum, kondangan biasanya brusaha make yang segiempat.

teruuss tadi habis dari kantin menuju perpus papasan sama junior cowok, komentarlah dia "kakak, tumben kali cantik bener" hahahahha ngakak dah pas dia komen begitu. beginilah kalau biasanya kucel begitunya agak rapihan dikit langsung dibilang cantik hihihihi. malah ada junior jg yang ngajak kenalan (cewek loh ya) bilangnya sih sering denger namaku tapi belum tau yang mana. padahal yaa 1 tahun yang lalu kenalan ma dia n sering nyapa juga. efek rapi jadilah dia pangling euy ma aku.

betewe, tumben seorang ron hari ini rapi jali padahal hari ini agendanya cuma merpus aja. soalnyaaaa hari ini mau jadi OP alias orang yg diperiksa alias testi bwt junior 2014 yg praktikum. sebenarnya jadi OP cadangan sih, kalau-kalau OPnya batal datang masih ada cadangannya gitu. dalam rangka praktikum meskipun bukan akunya yang praktikum, aku agak rapi hahaha. daaaan mau bela-belain rapi soalnya lagi "libur" sholatnya jadilah nggak perlu bongkar2 si pashmina pas wudhu hehehe.

Wednesday, 10 September 2014

wanta sejati ituuuu....

disebut wanita sejati, ketika kamu belanja dan mulai bandingin harga ditempat ini dengan tempat lainnya mana yang lebih murah.

disebut wanita sejati, ketika kamu mulai sadar bahwa kamu kudu bisa masak demi masa depan rumah tangga yang lebih cerah hehehe. jadilah kamu mulai belajar masak, ya minimal dengan masak sendiri makananmu.

disebut wanita sejati, ketika kamu mulai berpikiran untuk bisnis. menjual apa yang bisa dijual. ya intinya mencari tambahan penghasilan. meskipun banyak yang mencari tambahan penghasilan untuk menutupi kebutuhan yang doyan belanja, biar imbang.

disebut wanita sejati, ketika kamu mulai ngaca dan sadar bahwa kamu perlu merawat wajahmu dari sekarang!

disebut wanita sejati, ketika kamu perlu merasa perlu membersihkan wajah, pakai toner, pakai serum, pakai pelembab dan sunblock! untuk apa? agar suamimu kelak bangga punya istri yang wajahnya bersih dan indah dipandang.

disebut wanita sejati, ketika kamu mulai melirik perkakas dapur apa yang belum kamu miliki bahkan ikutan rebutan untuk bisa beli di olshop hahahaha.

disebut wanita sejati, ketika kamu puyeng dengan tumpukan baju dan piring kotor. setelah kamu mencucinya sendiri, ada perasaan ploooong didalam dadamu. bahkan bahagia itu sederhana, ketika jemuranmu kering pada hari yang sama.


*wanita sejati ala ron

Monday, 1 September 2014

menunggu

pernahkan ketika menunggu di suatu tempat seperti antrian dokter, terminal, bandara or tempat lainnya yang kemudian membuat kita tanpa sadar berkenalan dengan orang yang tidak kita kenal sebelumnya?

saya sering.

teringat ketika dari terminal lebak bulus mau mudik ke malang, saya harus rela dapat tempat duduk di bus dipaling belakang alias tempatnya kenek buat rokokan :( yaa mau gimana lagi, kehabisan tiket dan katanya masih ada yawes saya beli (tanpa tahu kalau kursi kenek yang dijual).

jadi itu kursi sepasang gitu kan, tapi dikotakin alias kayak dikurung kaca gitu dan sebelahan ma toiletnya.

akhirnya saya duduk dikursi itu menanti si penumpang lainnya datang dan keberangkatan bus. Ternyata kursi kosong disebelah saya ini ada penumpang. hore saya tidak sendiri tapi ternyata dia cowok yang tadi saya lihat menggalau didepan bus diantar pacarnya (asumsi saya sih hehehe). wah alamat diem-dieman nih dalam bus, kayaknya orangnya gak terlalu asik.

akhirnya penumpang bus tsb berdatangan dan kami berdua sudah duduk manis dalam "kotak kaca" tsb dengan wajah masam hahaha. akhirnya saya gatel buat ngajak ngobrol si mas ini.

saya: "masnya kehabisan tiket juga ya kayak saya? koq bisa dapat kursi ini :D"
mas: "nggak koq, saya harusnya naik bus yang jam 1 tadi tapi ternyata busnya nggak jadi berangkat, jadilah di tawari mau dibalikin uang tiketnya atau naik bus yang ini. karena besok saya masuk kerja ya udah saya naik ini aja."
saya: "oh gitu, kirain kayak saya. nyari tiket di bandung udah pada habis mas. bela-belain ke jakarta juga pada habis kemarin, trus dapat yang ini katanya masih ada sisa 1 tapi nggak tahu kalau kursinya ini :| malah kata keneknya tadi "mbak sih maksa" laah kan kemarin dia yang nawarin masih ada satu ckckckck"
*dalam hati mungkin si masnya mbatin sapa yang nanya haahahaha"
mas: "mbaknya tinggal dibandung?"
saya: "iya mas :D"
mas: "kerja atau kuliah?"
saya: "lanjut kuliah lagi mas disana :D"
mas: "wihhh rajin yaaa hehehe, kalau saya sih udah dikejar umur buat lanjut kuliah lagi. dulu kuliahnya disana juga?"
saya: "di malang mas, di UMM."
mas: "wih mbolang yaaa mumpung masih muda. ih dulu aku sering main ke UMM mainan liftnya hahahha"

dan obrolaaaan berlanjuuuuut...

dan tahu tidak, beliau adalah teman perjalanan terbaik saya selama ini. orang asing yang tidak dikenal dan kami bisa ngobrol sampai ngakak karena cerita pengalaman2 kami yang termasuk ranah pribadi loh. ketika tengah malam terbangun karena macetnya lalu lintas dan dinginnya AC dalam kotak itu, kami berdua justru ngobrol pengalaman masing-masing dijaman muda dulu. mungkin penumpang lainnya bakal ngira saya dan mas ini saudara atau teman baik. padahal kami baru kenalan gegara senasib berada dalam kotak mini ini.

peristiwa menunggu lainnya terjadi awal tahun ini. saya ikut seminar enterpreneur gitu dikampus sendirian. ternyata acaranya molor dan masih sepi banget di TKP. jadilah ke kamar mandi ngebenerin kerudung yang berantakan karena ngojek hehehe. ternyata ada 2 orang didalam kamar mandi itu. seperti biasa saya nggak bisa nahan buat nanya hehehe. 

"ikut seminar ini teh?"
"iya teh. teteh juga? mahasiswa sini ya?"
"iya, mahasiswa sini. teteh dari luar?"
"iya dari unjani. teteh jurusan apa?"
"psikologi."
"wah sama saya sama teman saya juga psikologi"
dan obrolan berlanjut hingga kami pulang....

kami duduk bersama, bertukar nomor hape, istirahat bersama saya sebagai guidenya keliling kampus, foto-foto bersama dan pamitan pulang dihadapan bus masing-masing. dan lagi-lagi ketika orang lainmelihat kami bertiga ketika di seminar tsb mengira kami sahabatan padahal kami baru kenal karena menunggu tadi dan hubungan kami berlanjut sampai sekarang :)

 
dan masih banyak lainnya "menunggu" yang kemudian berlanjut menjadi pertemanan.

bagaimana denganmu? :)


Sunday, 24 August 2014

mendekatlah...

setiap sabtu pagi saya mengikuti tafakuran alias pengajian atau bahasa sundanya teh "spiritual healing" di yayasan tempat saya jadi volunteer. jadi meskipun harus bela-belain berangkat pagi dari jatinangor ke bandung dan kudu naik travel kesana gapapa, saya senang koq. sebenarnya bisa naik Damri tapi kudu lebih pagi lagi berangkatnya da seringnya telat malahan. sudah saya anggarkan dana juga buat naek travel. jadi sudah saya agendakan setiap sabtu saya ke bandung untuk tafakuran dan selesai itu entah jalan-jalan atau membeli kebutuhan saya yang bisa didapatkan di bandung. jadinya kerasa semangat bertemu hari sabtu.

sabtu kemarin, materi tafakuran sudah berganti bab. jadi ada 3 bab (klo nggak salah inget) yang tiap babnya ada materi-materi berkaitan dengan tema bab tersebut. kali ini memasuki bab mendekatkan diri kepada Allah.

ketika kita bekerja, kita akan berusaha untuk dekat dengan atasan. sama halnya ketika kuliah, mungkin kita akan berusaha dekat dengan dosen kita. bisa juga mencoba dekat dengan pegawai TU kampus. tujuannya apa sih ketika dekat dengan atasan? biasanya supaya kita lebih kenal dan dekat. ketika kita sudah dekat, biasanya urusan kita pun lebih mudah. akan tetapi kendalanya adalah untuk bisa dekat dengan mereka tidaklah mudah dan tidak semua orang bisa dekat dengan mereka-mereka yang jadi atasan kita.

begitu juga seharusnya hubungan kita dengan Allah. sudah seharusnya kita mendekatkan diri pada Allah, atasan kita. kabar gembiranya adalah semua manusia bisa dekat dengan Allah terlepas dari ia banyak dosa atau tidak. iya, semua orang bisa dekat dengan Allah jika ia mau. Allah tidak menghalangi hambanya untuk dekat denganNya.

tapi diantara Allah dan manusia itu ada hijab, ada penghalang untuk dapat dekat dengan Allah. 
apa itu? yaitu nafsu yang buruk. 
ketika kita ingin dekat dengan Allah, maka coba tenangkan nafsu yang buruk tersebut. 
caranya?
dengan mengubah paradigma kita.

contohnya nafsu yang buruk, marah. banyak anggapan yang kita kira benar tapi ternyata salah, ya salah satunya adalah bahwa marah itu tidak apa-apa asal pada tempatnya.
kalau kita memiliki anggapan seperti itu, kita biasanya masih akan tetap marah dan ingatlah bahwa definisi "asal pada tempatnya" itu tidaklah jelas. jadi kita masih memaklumi jika kita marah.

pernah nonton film anger management? nah difilm itu diceritakan orang yang mengikuti terapi agar dirinya tidak mudah marah. ketika ia ingin marah, ia bisa mengendalikan amarahnya tsb. contoh ini adalah mengendalikan si marah tsb alias mengubah perilakunya saja. memang dia bisa menahan amarahnya agar tidak muncul, akan tetapi didalam dirinya masih marah dan itu tertahan.

berbeda ketika kita menenangkan si marah ini. kita berusaha mengubah paradigma kita terkait marah. paradigma awal "marah boleh asal pada tempatnya" kita ganti dengan "marah itu jalan menuju neraka" atau "memaafkan itu lebih baik". dengan mengubah paradigma kita bahwa marah itu tidak boleh dan memaafkan itu lebih baik tentunya kita tidak akan marah atau ketika ada peristiwa yang dapat menyulut kemarahan, kita tidak jadi marah karena ingat bahwa memaafkan itu lebih baik dan disukai Allah.

contoh lainnya adalah paradigma "sabar itu ada batasnya" yang kemudian memaklumi diri kita jika kita menjadi tidak sabaran pada situasi tertentu. padahal paradigma tersebut salah. di dalam al-quran di jelaskan bahwa pahala sabar tidak ada batasnya dan Allah menyukai orang-orang yang sabar. lalu, bagaimana mungkin sesuatu yang mendapat pahala tidak berbatas itu ada batasnya dalam pengerjaannya? tentu tidak. yang benar itu sabar itu tidak ada batasnya dan pahalanya tidak berbatas. beruntunglah mereka-mereka yang terus berpikir dan memperbaiki dirinya :)

ngomong-ngomong mendekatkan diri pada Allah, saya merasa belakangan ini jauh dengan Allah. saya coba introspeksi diri saya belakangan ini dan saya akhirnya sadar bagaimana urusan saya bisa lancar dan dimudahkan Allah kalau saya justru menjauh dariNya.

masa-masa skripsi dulu, ketika banyak hambatan ada seorang teman yang mengingatkan saya "kalau mau urusan kamu dimudahkan oleh Allah, dekatkan diri sama Dia. lakukan apa yang disukaiNya."

saya kembali teringat dengan ucapan tersebut dan memang saya suka lalai. ketika keinginan saya kebetulan sama dengan keinginan Allah, alias keinginan saya terpenuhi saya bukannya semakin giat beribadah, tapi justru disibukkan dengan urusan dunia. lupa bersyukur, seharusnya ketika keinginan kita terkabul harusnya ibadah pun harus meningkat kualitasnya.

dan lihatlah betapa Allah itu sangat sayang dengan hambaNya. ketika manusia lalai, lupa denganNya ia mencoba mengingatkan kita dengan berbagai macam cara agar kita kembali untuk denganNya. 

yuk kita dekatkan diri pada Allah. sama atasan aja kita mencoba dekat, masa sama yang Dia yang menciptakan kita, kita justru malas mendekat. 

Friday, 22 August 2014

belajar dari film

saya suka nonton film Indonesia (kecuali yang horror-horror yg gak jelas itu yaaa) dan seringkali dicibir sama teman-teman. menurut mereka film Indonesia itu jelek, nggak bermutu. saya sepenuhnya tidak sepakat dengan teman-teman saya. memang tidak semua film Indonesia itu bagus, khususnya film horrornya koq makin nggak jelas gitu yaa. film hollywood juga nggak semuanya bagus kan. makanya kudu selektif juga.

saya suka belajar dari film. belajar apapun. belajar tentang kehidupan tentunya. salah satu eh salah dua film Indonesia yang menurut saya bagus dan bisa banyak belajar itu film Arisan, baik yang pertama maupun yang kedua. I love it. meskipun tuh film udah jaman kapan, nggak papa ya saya cerita tentang itu film. 


belakangan bosen dikosan dan akhirnya ngubek-ngubek isi laptop dan nemu film arisan. udah berkali-kali sih nontonnya tapi nggak pernah bosan :)

film arisan ini menggambarkan tentang kehidupan orang-orang di kota metropolitan dengan segala permasalahan yang ada dewasa ini. bagi saya itu nyata, tidak lebay. memang begitu adanya. munculnya kaum gay, ibu-ibu sosialita dengan segala "kehebohan" kehidupannya dan perceraian yang semakin sering terjadi. (hmm kalau pernah nonton serial desperate housewives agak mirip ceritanya )


dimana tiap tokoh memiliki permasalahan pribadi yang cukup berat dan saya kembali teringat dengan pepatah "urip iku sawang sinawang" alias hidup itu saling memandang yang tentunya dengan persepsi masing-masing.
memey ingin seperti andin yang bisa memiliki anak dan keluarga yang harmonis, tapi kenyataannya dia infertil dan diceraikan oleh suaminya. sedangkan andin ingin merasakan hidup seperti memey yang memang berasal dari keluarga terpandang, ia pun harus rela menikah dengan sang boss yang 20 tahun lebih tua darinya. kehidupan andin sebenarnya bahagia, memiliki anak kembar dan suami yang kaya raya yang mencintai dirinya. perfecto! akan tetapi menjadi hancur ketika sang suami mengaku pernah berbuat "khilaf" dengan wanita lain. sakti yang pintar, tampan dan sukses menurut andin dan memey pasti banyak wanita yang menyukainya, akan tetapi sakti tidak menyukai wanita, dia gay.

yaa itulah kehidupan dengan segala permasalahan didalamnya dan manusia seringkali lupa bersyukur dan justru sibuk melihat orang lain yang lebih dibandingkan dirinya. yang terjadi mereka akhirnya merasa menjadi orang yang tidak beruntung.

dan ingatlah, apapun masalahmu ada teman untuk tempat berbagi dan keluarga tempat kembali. terkadang kita takut mengakui apa kekurangan kita karena takut teman dan keluarga tidak menerima, padahal merekalah tempat kita kembali. mereka yang menerima diri kita apa adanya. sakti takut mengakui dirinya gay kepada sahabatnya dan ibunya. apalagi mengingat dirinya anak tunggal, laki-laki dari keluarga batak sebagai penerus keturunan. padahal teman-teman dan ibunya menerima ia apa adanya.

di arisan 2 permasalahan kembali muncul dalam kehidupan mereka, dan memang sejatinya begitu kan. masalah akan selalu ada untuk menghebatkan kita (kata pak mario teguh). masalah satu teratasi, masalah yang lain hadir untuk kita selesaikan dan naik tingkat. kalau di tafakur pernah disampaikan, jangan alergi dengan masalah atau musibah. Tuhan itu memberikan musibah sepaket dengan hikmah. jika diibaratkan, Tuhan ingin memberikan hadiah berupa hikmah, yang menjadi kurirnya ya si masalah or musibah itu.
di film kedua diawal diperlihatkan bagaimana manusia itu takut menjadi tua. kerutan-kerutan di wajah pun mereka coba hilangkan dengan berbagai cara. tua itu pasti dan seharusnya semakin tua kita semakin bijak dalam hidup dan semakin bersyukur pada sang kuasa diberikan hidup yang indah ini.

film ini berfokus pada tokoh memey yang ternyata dia divonis kanker. mencoba berobat kesana kemari hingga rasanya lelah dan putus asa. hingga akhirnya dia berobat kepada Tom dan bertemu survivor kanker, Molly. dia belajar banyak dari mereka berdua. seharusnya berdoa itu bukan menuntut Tuhan memberikan apa yang kita mau. rasakan dan renungkan apa yang sudah Tuhan berikan kepada diri ini dan syukuri. bagi banyak orang, sakit kanker (dan yang lainnya) adalah musibah atau hukuman. berbeda dari Molly yang mengatakan bahwa baginya kanker itu anugerah. dia divonis bertahan hidup hanya sampai 3 tahun lagi, baginya ini anugerah karena ia tahu sampai mana batas kehidupannya. orang sehat mana dapat bocoran sampai kapan ia hidup.

saya teringat ketika di tafakuran, membahas materi berserah diri. salah satunya yang membuat kita gagal berserah diri adalah banyaknya keinginan. keinginan yang hasilnya tidak dijamin oleh Tuhan meskipun kita sudah berusaha semaksimal mungkin. misalnya? kita memiliki keinginan sembuh dari penyakit, misalnya saja kanker seperti yang memey  alami. sudah berobat kesana kemari dan mengharapkan kesembuhan, tapi yang terjadi justru lelah dan putus asa karena tidak sembuh-sembuh. meskipun kita berobat mati-matian, jika Tuhan tidak menghendaki kita sembuh apakah kita harus marah? kecewa? tentu tidak. jadi tetap dianjurkan untuk berobat semaksimal mungkin yang kita bisa tapi jangan mengharapkan hasilnya kita sembuh. yang jika kita tidak sembuh, kita tentu akan kecewa. sembuh itu bukan segalanya, akan tetapi apa pun kondisinya mau sehat atau sakit kita masih bisa berbahagia di dunia dan tentunya tidak kecewa dengan Tuhan serta fokus beribadah agar nantinya berbahagia pula di akhirat (DBAS alias dunia bahagia akhirat surga).

ada dialog menarik ketika memey menanyakan bagaimana cara Tom berdoa. kata tom diusahakan ketika meditasi tidak meminta. yang kemudian memey merasa salah selama ini, karena setiap ia berdoa ia meminta ini itu yang kemudian jarang sekali permintaannya yang tidak dikabulkan.

lebih tepatnya saya menangkap maksudnya disini "menuntut". Tuhan suka sekali hambanya meminta atau berdoa,.. mintalah, Ia senang ketika hambanya mendekatinya dan meminta. minta saja karena Tuhan pemilik segalanya. akan tetapi yang perlu diingat adalah janganlah menuntut permintaan kita akan dikabulkan. ingatlah, Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan daripada diri kita sendiri. mintalah padaNya apa yang ingin kamu minta dan yakinilah apapun yang Tuhan berikan (meskipun tidak sesuai dengan permintaanmu) itu yang terbaik bagimu dan Dia tidak pernah menganiaya hambanya :)


"teman datang dan pergi, tapi sahabat sejati selalu dihati. ketika mereka ada di sisi, itu artinya berkah untuk disyukuri."- memey